JBN.CO.ID - BALI

BALINEWS

Ads

ECONOMY

ECONOMY

ELECTION

INTERNATIONAL

25 September 2019

Warga Bali Kembali Jadi Korban Investasi Bodong

https://www.reporter.web.id/

JBN.CO.ID ■ Investasi bodong kembali memakan korban warga Bali. Hal ini terungkap dari pengaduan sejumlah masyarakat yang mengaku rugi milyaran rupiah kepada DPRD Bali.

Berdasarkan pengaduan, diketahui investasi tersebut berpusat di Gedung TOC Tower yang bergerak dibidang jasa keuangan.

Kedatangan para korban investasi bodong tersebut didampingi oleh mantan Ketua Komisi IV DPRD Bali masa jabatan 2014-2019 Nyoman Parta dan diterima oleh anggota Fraksi PDIP AA Ngurah Adi Ardhana didampingi Ketut Suryadi dan Nyoman Purwa Ngurah Arsana kemarin diruang Baleg DPRD Bali.

Salah seorang korban dari keluarga Jro Mangku Ladra menceritakan awal mula menginvestasikan uangnya ke PT. Solid Gold Berjangka.

Alasannya, bunga yang ditawarkan cukup tinggi. Disamping itu, juga keponakannya bekerja sebagai marketing di kantor cabang perusahaan tersebut yang terletak di Jalan Merdeka Denpasar.

Tak tanggung-tanggung, dana awal yang diinvestasikan sebanyak Rp. 100 juta dengan bunga antara 5-10 persen setiap bulan. Supaya dapat keuntungan, dirinya disarankan oleh PT. Solid Gold Berjangka untuk menambah dana investasinya. Bahkan, sejak tahun 2018 lalu, bunga yang dijanjikan tak pernah ditarik.

Menurutnya, dana total yang sudah diinvestasikan mencapai Rp. 240 Juta. Uniknya, sebagaian dana tersebut merupakan pinjaman dari Bank. Akan tetapi, dana tersebut justru semakin turun hingga menjadi Rp. 9.000 saja. Sementara korban lainnya ada yang mencapai milyaran rupiah.

Mendengar pengaduan tersebut, Anggota Fraksi PDIP I Nyoman Ngurah Purwa Arsana menyatakan, masalah investasi bodong sering terjadi dan memakan korban.

Seperti yang terjadi di Kabupaten Karangasem ada nasabah yang menjadi korban hingga rugi Rp. 300 juta. Selama ini, masyarakat selalu terbujuk dengan bunga tinggi. Padahal secara logika, bunga sebesar 5 persen dan bahkan 10 persen tak masuk logika.

"Di Karangasem sudah banyak masyarakat yang tertipu dan tergiur bunga tinggi. Masyarakat ada menjual tanah dan rumahnya untuk mendapatkan bunga tinggi," ujarnya.

AA Ngurah Adhi Ardhana juga menambahkan, pihaknya akan menindaklanjuti pengaduan dari korban investasi bodong. Yakni dengan berkoordinasi dengan pihak terkait agar ada upaya penegakan hukum.

Dirinya juga berpesan kepada seluruh masyarakat agar jangan gampang terbujuk investasi dengan bunga tinggi. Alangkah lebih baik bisa melakukan pengecekan apakah perusahaan sudah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

"Kalau tidak terdaftar di OJK dipastikan usaha itu tidak resmi," pintanya.

Disisi lain, Kabid Pengaduan Masyarakat BPMD Provinsi Bali Wayan Widyana Putra mengatakan, perusahaan  PT Solid Gold Berjangka ini setelah ditelusuri baru mengantongi Nomor Induk Berusaha (NIB).

Menurutnya Perusahaan ini baru mengantongi NIB setelah mengantongi Online Single Summission (OSS) yang dikenal dengan perizinan terintegrasi secara elektronik.

NIB ini dikeluarkan secara integrasi guna memudahkan pengusaha dalam mengurus dan mendapatkan ijin usaha seperti SIUP maupun ijin-ijin usaha lainnya. (Dp/r2)

22 September 2019

Menghancurkan Sampah Dengan Ulat Menghasilkan Pupuk Organic Berkualitas Tinggi

Menghancurkan Sampah Dengan Ulat Menghaslkan Pupuk Organic Berkualitas Tinggi

JBN.CO.ID ■ Untuk menghancurkan sampah tidak hanya menggunakan mesin-mesin yang menghasilkan suara meraung-raung, juga bisa mempergunakan sarana ulat. Hasilnya luar biasa, sampah ini menjadi pupuk organic berkualitas tinggi.

Inilah yang dilakukan Pusat Daur Ulang (PDU) yang berlokasi di Jambangan. Awalnya lokasi ini merupakan tempat pembuangan sampah. Tetapi karena penduduknya sudah padat dan merapat ke daerah ini, akhirnya Pemkot Surabaya menyulap kawasan ini menjadi Taman yang kemudian di dalamnya ada pengolah sampah lengkap dengan laboratoriumnya.

Di sini juga dilakukan pengolahan sampah menjadi energy listrik yang jumlahnya masih terbatas. Energy listrik  ini didistribusikan kepada masyarakat. Dan khusus untuk pupuk didistribusikan kepada masyarakat secara gratis.

“Kami tidak memperjualbelikan pupuk di sini,” jelas Hadi Waskito penanggung jawab pengelolaan sampah di DPU Jambangan.

Dikatakan sampah yang diolah di sini berasal dari sampah rumah tangga, yang dikumpulkan pengepul. Begitu masuk ke PDU semua sampah dipilah menurut jenis, sampah plastic digabung dengan sampah plastic begitu juga sampah organic dijadikan satu dengan sampah organik.

Proses ini mempergunakan tanaga manusia dan mesin. Dari sini semua sampah plastic dihancurkan untuk kemudian dikumpulkan. Sampah orgnik seperti daun dan sebagainya dihancurkan dengan mempergunakan ulat.

Proses penghancuran sampah dengan mempergunakan ulat ini menghasilkan pupuk organic yang cukup bagus. Pupuk inilah yang kemudian dibagikan kepada masyarakat.

Adalah Dwijo Warsito kordinator rumah kompos Surabaya yang menyebutkan, penghancuran sampah dengan mempergunakan lalat ini sangat aman dan nyaman,. Tidak ada polusi dan suara. Lagi pula dengan mempergunakan ulat ini ada dua penghasilannya: pupuk dan pakan ternak dan lele.

Katanya, untuk sampah yang sudah dihancurkan oleh ulat ini bisa dijadikan sampah dan untuk ulatnya agar tidak berkembang menjadi lalat, maka dia harus segera diolah menjadi pakan ternak. Hasilnya bisa dimakan ikan dan ternak lainnya seperti burung dan lain-lain. Dan ini menjadi pakan yang sangat digemari oleh peternak lele, jelas Waskito.

Menurut Dwijo, untuk mendapatkan ulat ini pihaknya memelihara lalat hitam yang didatangkan dari China. Lalat ini kemudian akan bertelur, telur ini dirawat agar menjadi ulat. Setelah ulat itu cukup besar dimasukkan ke dalam sampah organic.

Mereka inilah yang akan menghancurkan sampah-sampah tersebut. Dikatakan teori ini pertama kali ini dipraktekkan China, karena sudah berhasil, diterapkan di Surabaya.

Lalat ini kami perhatikan betul, agar jangan sampai keluar, kalau keluar dia akan mengganggu, karena itu lalat dikurung dalam tempat khusus, agar mereka menetaskan telur-telur ini kemudian ditetaskan.

Karo Humas dan Protokol Pemprov Bali, Anak Agung Sutha Diana kepada Balikini mengungkapkan, sejatinya cara-cara baru inilah yang ingin dikembangkan di Bali.

Dan untuk ini pun kami sudah siap melakukan, karena itulah kami melibatkan wartawan dan media untuk menimba pengalaman dari kunjungan ini, nanti ini kita pelajari. Dan bentuk tim untuk melaksanakannya.

(KS Wendra/r5)

19 September 2019

Jokowi Tanya Status, Imam Nahrawi: Alhamdulillah, Saya Ditetapkan Sebagai Tersangka

Jokowi Tanya Status, Imam Nahrawi: Alhamdulillah, Saya Ditetapkan Sebagai Tersangka

JBN.CO.ID ■ Imam Nahrawi mengaku telah bertemu Presiden Joko Widodo (Jokowi), setelah dirinya ditetapkan sebagai tersangka suap dana hibah Koni oleh KPK. Di hadapan Jokowi, Imam Nahrawi mengucapkan syukur atas status tersebut.

“Itu tadi saya sowan kepada bapak Presiden. Beliau bertanya tentang status saya. Saya jawab, ‘Bapak Alhamdulillah saya ditetapkan sebagai tersangka’. Tapi saya bertanggung jawab karena risiko sebagai menteri, karena menteri harus bertanggung jawab,” ujar Imam saat berpamitan dengan staf dan pegawai Kemenpora di Wisma Kemenpora, Jakarta, Kamis (19/9).

Imam mengatakan, dirinya telah mengirim surat pengunduran diri sebagai Menpora. Ia berharap penggantinya bisa lebih baik darinya.

“Bahwa per hari ini saya mengundurkan diri dalam posisi saya sebagai Menpora. Semoga pengganti saya nanti lebih baik, bersih, lebih suci, dan lebih bisa menjaga perasaan,” ujar Imam.

“Saya tidak lihat kasus ini sebagai non-hukum. Tapi saya mengerti ini risiko jabatan sebagai menteri. Ibu bapak, doakan saya, doakan keluarga, istri saya,” sambung Imam.

Sementara itu, Presiden Jokowi mengatakan, akan segera mencari pengganti posisi Imam Nahrawi.

“Tentu saja akan kita segera pertimbangkan apakah segera diganti dengan yang baru atau memakai Plt,” ujar Jokowi.

Diberitakan sebelumnya, KPK telah menetapkan Imam Nahrawi sebagai tersangka kasus dugaan suap dana hibah Kemenpora ke KONI.

Dalam kasus ini, Imam Nahrawi diduga menerima suap sebesar Rp26,5 miliar sepanjang kurun 2014-2018.

Dana tersebut, diduga merupakan komitmen fee atas pengurusan proposal hibah yang diajukan oleh KONI kepada Kemenpora tahun anggaran 2018, penerimaan terkait Ketua Dewan Pengarah Satlak Prima, dan penerimaan lain yang berhubungan dengan jabatan Imam selaku Menpora.

(JPNN).

16 August 2019

Sambut HUT RI, Pemkab Jembrana Gelar Lomba Penjor Hias

  Sambut HUT RI, Pemkab Jembrana Gelar Lomba Penjor Hias

INFONEWS.CO.ID ■ Dalam rangka memperingati HUT Kota Negara ke 124 dan HUT RI ke 74 tahun ini, Kamis (15/8) Pemkab Jembrana juga mengisi kemeriahan dengan membuat Penjor Hias.

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Jembrana, I Nengah Alit, M.Pd mengatakan, kegiatan membuat Penjor Hias disentralkan di depan Kantor Bupati Jembrana yang diikuti sebanyak 51 peserta dari masing-masing Desa/Kelurahan se-Kabupaten Jembrana, Provinsi Bali.

"Tiap tahun kita selalu adakan lomba membuat Penjor Hias ini dengan untuk melestarikan adat dan budaya Bali. Di sisi lain, kita juga dapat menggali potensi kreatifitas dan semangat kebersamaan di Pemkab Jembrana. Kegiatan tidak mengundang secara resmi baik dari unsur Muspida maupun Instansi lain, namun dalam kegiatannya peserta lomba telah dilakukan penilaian secara langsung mulai dari proses pembuatan penjor yang dilaksanakan oleh para peserta serta sangat mendapatkan apresiasi dari Bupati Jembrana, I Putu Artha, SE.MM beserta Jajaran Pemkab dan nasyarakat Kabupaten Jembrana," jelas Kepala Dinas.

Hingga berita ini diturunkan, kegiatam sedang berlangsung dengan tertib, aman dan lancar. 

Kodim 1617 Jembrana Tanam 2.000 Pohon Manggrove


INFONEWS.CO.ID ■ Dengan tema 'Bersama Hijaukan Kembali Bumi Indonesia Sebagai Wujud Kepedulian Demi Masa Depan Generasi Penerus Bangsa', Kodim 1617/Jembrana, Kamis (15/8) melaksanakan penanaman sebanyak 2000 pohon Manggrove di Dusun Delod Pangkung, Desa Budeng, Kecamatan Jembrana, Kabupaten Jembrana, Provinsi Bali.

Dari hasil konfirmasi, Perwira Seksi Logistik, Kapten Inf Adwan mengatakan kegiatan penghijauan atau penanaman pohon Mangrove ini diawali dengan Apel Pengecekan Personel oleh Pasi Teritorial Kodim 1617/Jembrana, Kapten CHB H. Karyanto mewaliki Dandim 1617/Jembrana, Letkol Kav. Djefri Marsono Hanok.

"Kami mengucapankan terimakasih kepada undangan dan masyarakat yang sudah hadir dalam kegiatan program penghijauan tanam pohon Mangrove di wilayah Kodim  1617 / Jembrana tahun ini. Selanjutnya kami menghimbau setelah penanaman Manggrove yang paling penting bagaimana kita menjaga supaya seluruh tanaman yang kita tanam hari ini bisa hidup dan bisa kita nikmati, seterusnya dilanjutkan penanaman pohon Mangrove," jelas Pasi Teritorial.

Selama kegiatan penanaman pohon Manggrove berlangsung dengan tertib, aman dan lancar. (Suar)

11 August 2019

Layang-layang Naga Raja Seberat 700 Kg Berhasil Diterbangkan Di Bali

Layang-layang Naga Raja Seberat 700 Kg Berhasil Diterbangkan Di Bali

INFONEWS.CO.ID ■ Layang-layang  janggan ukuran jumbo "Naga Raja" yang ditunggu-tunggu dalam event lomba layang-layang Piala Dananjaya tahun 2019 berhasil diterbangkan dengan sempurna.

Ribuan masyarakat dari seluruh bali “menyemut” pada minggu (11/8) di Pantai Merta Sari.

Persiapan layang Janggan Naga Raja turut serta diikuti Walikota Denpasar I.B Rai Dharmawijaya Mantra. Sejak awal diwujudkan layang-layang Naga Raja dari Sekaa Teruna Danan Jaya, Banjar Dangin Peken Sanur pada Tahun 2016 lalu, Rai Mantra sudah turut dalam penerbangan Naga Raja.

Untuk tahun ini, Rai Mantra kembali turut serta berbaur dengan Sekaa Teruna Dananjaya dan masyarakat yang hadir turut menarik layangan ini yang sempat meraih Rekor Muri. Sekaligus penerbangan layang berekor panjang Naga Raja ini menutup event  lomba layang layang Dananjaya 2 tahun 2019.

Apresiasi Rai Mantra disampaikan kepada Sekaa Teruna Dananjaya yang telah mampu mengkemas kembali lomba layang-layang dalam menjaga tradisi Rare Angon.

Disamping itu, masterpeace Naga Raja menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat Bali dan Denpasar khususnya untuk menjaga tradisi Rare Angon.

Hadir pula Wakil Ketua DPRD Denpasar, I Wayan Mariana Wandira yang juga ketua Pelangi Denpasar, Camat Denpasar Selatan, Wayan Budha, Kepala Desa Sanur Kauh I Wayan Ada, serta tokoh masyarakat banjar setempat.

Untuk diketahui pelaksnaan lomba layang-layang  Piala Dananjaya 2 tahun ini diikuti 820 peserta. Terdiri dari jenis bebean, janggan, pecukan, kreasi baru, dan janggan buntut.

Disamping itu melombakan layangan Bebean Khas Sanur, serta lomba foto dan video di media sosial.

Kadek Suprapta Meranggi, koordinator layang janggan Naga Raja mengatakan berat Layang Naga Raja lebih dari 700 Kg, bentang sayap 11, 5 meter, dan panjang 15 meter.

“Masterpeace sebagai layang-layang dari Dangin Peken untuk Bali dan Kita kembali terbangkan layang-layang Naga Raja dalam event Lomba Layang-Layang Dananjaya,” ujarnya.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa tahun ini Naga Raja sementara di “Sineb” atau disimpan sementara dalam kurun waktu yang tidak bisa ditentukan.

Naga Raja telah menarik antusiasme masyarakat Bali tidak hanya remaja, orang tua, anak-anak hingga wanita untuk datang dan melihat sebuah layangan Naga Raja dengan ukuran besar dapat terbang indah di udara.

“Layangan super besar dan super berat ini tidak bisa membendung keinginan publik untuk terbang, sehingga kami memutuskan untuk Naga Raja mesineb sementara,” ujarnya.

Putri Koster: Pasar Murah Bukan Untuk Merusak Harga di Pasaran

 Putri Koster: Pasar Murah Bukan Untuk Merusak Harga di Pasaran

INFONEWS.CO.ID ■ Pemerintah Provinsi Bali melalui Dinas Tanaman Pangan bekerja sama dengan Tim Penggerak PKK Provinsi Bali menyelenggarakan Pasar Murah dalam Rangka Pelaksanaan Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) di Parkir Timur Lapangan Puputan Margarana, Denpasar, Minggu (11/8).

Kegiatan pasar murah yang menjual kebutuhan bahan pokok dengan harga jauh lebih murah dibandingkan dengan harga di pasaran itu, digelar guna meringankan beban masyarakat dalam berbelanja kebutuhan pokok sehari-hari.

Demikian disampaikan Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny Putri Suastini Koster di sela-sela kegiatan Bazar dan Pasar Murah tersebut.

"Kegiatan seperti ini sangat bagus, karena harganya cukup murah dibandingkan dengan di pasaran. Meski demikian, tidak bermaksud untuk merusak harga di pasaran," ujar Ny Putri Suastini Koster yang pada kesempatan ini didampingi Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Bali I Wayan Jarta.

Istri Gubernur Bali itu berharap, kegiatan seperti ini dapat dilaksanakan secara berkesinambungan sebagai upaya meringankan beban masyarakat dalam mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga murah.

Selain itu, dengan adanya pasar murah diharapkan masyarakat bisa terbantu.

"Tentu ini sangat membantu dan meringankan beban masyarakat, terlebih di saat Hari Besar Keagamaan seperti Idul Adha saat ini," katanya.

Adapun beberapa komuditi yang dijual, di antaranya beras premium Rp 10.000/kg, beras medium Rp 8.750/kg, minyak goreng Rp 11.000/liter, gula pasir Rp 11.500/kg, bawang merah Rp 20.000/kg, bawang putih Rp 27.000/kg, cabai rawit Rp 70.000/kg, daging ayam Rp 31.000/kg, telur Rp 20.800/kg, dan ikan pindang Rp 25.000/keranjang.

Usai menghadiri Bazar dan Pasar Murah, selanjutnya Ny Putri Suastini Koster menyempatkan diri hadir meninjau stand Inovasi Kewirausahaan Siswa SLB Negeri/Swasta se-Bali di timur Lapangan Puputan Margarana, Denpasar, didampingi Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Bali Ketut Ngurah Boy Jayawibawa.

Suasana pasar murah tersebut tampak dibanjiri warga yang sengaja datang untuk mendapatkan barang-barang kebutuhan pokok yang harganya relatif lebih murah.

08 August 2019

Majelis Desa Adat Provinsi Bali Dikukuhkan


INFONEWS.CO.ID ■ Sejarah baru kembali tercipta di Pura Samuhan Tiga, Bedulu, Gianyar, saat Gubernur Bali Wayan Koster mengukuhkan Bendesa Agung Majelis Desa Adat Provinsi Bali yang pertama, Selasa (6/8).

Sebelum pengukuhan dilakukan deklarasi Pembentukan Majelis Desa Adat sesuai dengan Perda Provinsi Bali No 4 Tahun 2019 tentang Desa Adat di Bali yang sudah diresmikan pemberlakuannya tanggal 4 Juni 2019 lalu di tempat yang sama. Pengurus terpilih merupakan hasil dari Paruman Agung Desa Adat se-Bali yang diikuti oleh 1493 desa adat se-Bali termasuk pengurus Majelis Madya yang ada di Kabupaten/Kota.

Sebelumnya Paruman Agung dibuka oleh Gubernur Bali Wayan Koster yang didampingi Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati. Paruman Agung digelar seiring dengan berakhirnya kepengurusan Majelis Utama Desa Pakraman periode 2014-2019. Ida Penglingsir Agung Putra Sukahet terpilih sebagai Bendesa Agung Majelis Desa Adat periode 2019-2024.

Dalam sambutannya usai pengukuhan Gubernur Bali Wayan Koster mengatakan mengurus desa adat harus dilakukan dengan sungguh-sungguh dan tidak hanya sekedar retorika. Menurutnya pariwisata di Bali menjadi yang terbaik di dunia tidak lepas dari keberadaan desa adat yang menjadi ruhnya. “Jalan bagus, hotel bagus .. tidak ada artinya kalau tidak ada jiwa di wilayah itu. Ruh yang ada di desa adat,” tegas mantan anggota DPR RI ini.

Oleh karena itu  Gubernur Koster meminta Majelis Desa Adat menuntaskan apa yang menjadi mandat dari Paruman Agung ini. Ia menyerahkan sepenuhnya pembangunan desa adat kepada Majelis Desa Adat. “Tugas saya sebagai Gubernur adalah memfasilitasi. Nggak usah meminta, saya akan memberi. Ini tugas pemerintah,” kata Ketua DPD PDIP Provinsi Bali ini. Ia berharap desa adat menjadi pilar untuk mengembalikan ‘taksu’ alam Bali.

Keseriusan Gubernur Koster untuk mengurusi desa adat ditunjukkannya bukan saja dengan mengeluarkan Perda No 4 Tahun 2019 tentang Desa Adat di Bali, namun telah merancang OPD khusus setingkat eselon II yang akan mengurusi desa adat, yakni Dinas Pemajuan Desa Adat. Selain itu dalam waktu dekat Gubernur juga akan membuatkan kantor untuk Majelis Desa Adat Provinsi Bali.

Dalam acara pembukaan Paruman Agung, Gubernur Koster menunjukkan desain kantor yang akan berdiri di kawasan Renon, Denpasar tersebut. Tidak menggunakan dana APBD, Gubernur berencana memanfaatkan dana CSR untuk pembangunannya. Bahkan untuk kabupaten/kota yang dianggap perlu, Gubernur Koster juga akan membantu pembuatkan kantor sebagai tempat pertemuan para bendesa adat.

Gubernur mengajak seluruh komponen di Bali untuk bersatu bersama-sama mewujudkan Visi Nangun Sat Kertih Loka Bali dimana desa adat menjadi komponen penting di dalamnya. (BLKN)


Inovasi Biofar Shirmp Skin Care Ilmuwan Ini Menjadi Sorotan Dunia


INFONEWS.CO.ID ■ Indonesia pantas berbangga dengan lahirnya ilmuwan muda yang berhasil menggoncangkan dunia lewat penemuannya yang spektakuler yakni, Obat Kulit Bagi Manusia dan Hewan Luar dan Dalam.

Sang penemu tersebut adalah Muhammad Ja’far Hasibuan (27). Putra asal Sumatera Utara (Sumut) ini memenangkan kompetisi di China Shanghai International Exhibition of Inventions (CSITF) dan WIIPA Special Award World Invention Intelectual Property Association.

Dia berhasil menyumbangkan medali emas dan WIIPA Special Award bagi Indonesia. Tak salah pernyataan Bung Karno, “Beri saya 10 pemuda maka akan saya guncangkan dunia” dan kini terbukti melalui prestasi Muhammad Ja’far Hasibuan.

Penghargaan no.1 dunia menjadi makna tersendiri jelang HUT RI, Sontak saja lewat penemuannya ini, ia pun viral diberbagai media cetak, online bahkan Youtube. Atas torehannya ini ia menjadi orang pertama di Asia yang dapat penghargaan dunia pada Pameran Teknologi Internasional China, Shanghai dan selanjutnya disebut CSITF),  disetujui oleh dewan Negara yang diselenggarakan bersama oleh Kementerian Perdagangan, Kementerian Sains dan Teknologi, Kantor Kekayaan Intelektual Negara dan Pemerintah Kota Shanghai.

Kegiatan ini didukung juga oleh lembaga PBB seperti UNIDO, UNDP dan WIPO, dan diselenggarakan oleh Kamar Dagang China untuk Impor dan Ekspor Mesin dan Produk Elektronik, Pusat Pertukaran Teknologi Internasional Shanghai dan Donghao Lansheng (Group) Co, Ltd, adalah profesional tingkat nasional khusus untuk perdagangan teknologi internasional.

Sekedar informasi, acara kegiatan CSITF ke-7 telah berlangsung pada 18-28 April 2019 di Shanghai World Expo Exhibition & Convention Center  di Shanghai  China beberapa bulan lalu berawal dari keinginan yang kuat sempat tidak jadi berangkat dikarenakan terkendalanya dana, namun berkat semangat dan ikhtiarnya ingin berjuang fisabilillah dijalan Allah sehingga ia mencari bantuan baik dari pemerintah, sponsor-sponsor dan zakat yang disumbangkan.

Akhirnya impiannya pun terwujud hingga mengharumkan bangsa Indonesia dengan membawa pulang medali emas.

Hal itu dikatakan ilmuwan muda dunia penemu obat kulit bagi manusia dan hewan luar dan dalam melalui pesan WhatsApp-nya, Minggu (04/08/019).

Kegiatan CSITF tersebut merupakan bagian dari kegiatan ke-7 China Shanghai International Technology Fair yang didukung oleh United National Industrial Development Organization, United Nations Development Program dan Work Invention Intellectual Property Associations (WIIPA).

Selama di China ia diseleksi cukup ketat dari WIIPA dan kompetisi yang diikutinya dengan tema “Biofar Shirmp Skin Care”. Inovasi ini merupakan penemuan di bidang kesehatan yang teruji mengubah dari bahan alami menjadi obat kulit luar dan dalam pada manusia dan hewan.

Dalam kegiatan tersebut, Ja’far menjadi satu-satunya orang Asia di level dunia mendapat medali emas pertama dari CSITF dan WIIPA. Ia berangkat ke China dari tanggal 16-29 April 2019. Di sana ia disambut oleh KJRI Shanghai dan panitia Lomba. Untuk diketahui bahwasanya filosofi CSITF dengan basis inovasi “Biofar Shirmp Skin Care” ini adalah teknologi sangat baik atau kehidupan lebih baik dan dirinya teruji membuat racikan obat penyembuh kena paku, seng dan lain-lain.

Menurutnya, bahan produk inovatif digunakan dari bahan udang halus kecil segar hidup berkembang biak di bawah bakau sangkin kecilnya mata tidak nampak diproses dalam bentuk dengan bubuk dan salep cair, tes pada manusia telah dilakukakan pada salah satu warga yang terkena bendatajam (paku dan seng) karena setelah memberikan udang halus ramuan kental di sekitar luka, hasilnya positif dalam dua jam sekitar dua jaman rasa sakit dan nyeri menurun berkurang secara signifikan. Pemanfaatan udang juga di uji terhadap pasien dengan rasa gatal dikulir baik di bagian dalam jaringan kulit (epidermis) dan jaringan luar kulit serta dari luar.

Sementara tutur dia, persidangan di lakukan dengan mengajukan permohonan rekatkan ke penderita penyakit kuli dan minumlah. Tes juga dilakukan pada hewan (bebek, ayam, kambing dan kerbau).

“Walaupun saya awalnya sangat sulit mendapatkan dana untuk ke China, namun atas itu semua mampu keluar sebagai pemenang penemu obat luar dan dalam di level dunia yang diikuti 193 negara,” ungkapnya.

Dengan berbagai karya dan inovasi yang telah dipertunjukan pada duni internasional ini, ia sangat mengharapkan adanya perhatian pemerintah indonesia didalam pengembangan usaha-usaha yang sudah mendunia ini.

“Iya, saya sangat berharap sekali adanya perhatian pemerintah indonesia lazimnya pemerintah memperhatikan peraih-peraih juara dibidang lain seperti atlet dan lain sebagainya,” harapnya.

Dia pun meminta difasilitasi untuk bertemu dengan Presiden RI Joko Widodo. Indonesia punya talenta yang luar biasa seperti Muhammad Ja'far Hasibuan.

Direktur Eksekutif Political and Public Policy Studies (P3S) Jerry Massie mengatakan apa yang diraih oleh Ja'far Hasibuan berkat kerja keras ketekunan dan pantang menyerah.

Dia (Ja'far,red) kata  Jerry, merupakan penerus Prof BJ Habibie semoga akan lahir para cendikiawan muda berbakat. Dia juara 1 nasional sebanyak 19 kali, 2 kali juara Asean dan 1 kali juara dunia.

"Ini prestasi bagi bangsa yang di raih seorang anak yatim dan tulang punggung keluarga. Orang berprestasi seperti Jafar perlu diperhatikan oleh pemerintah," ujar dia.

Menurut Jerry pemerintah harus membantu memfasilitasi anak-anak bangsa yang berprestasi. Saya sarankan kalau bisa di undang di istana dan pada perayaan HUT RI 17 Agustus 2019. Selama ini sudah banyak yang diundang presiden anak punya talenta tingkat dunia ini pun setidaknya bisa diundang.

"Indonesia bisa patenkan hak cipta dari temuannya dan bisa digunakan negara-negara lain dan mereka bisa beli hak cipta tersebut," pungkas Jerry.(rls)


Pujawali di Pura Luhur Tanah Lot Dipadati Pemedek


InfoNews.Co.Id ■ Pujawali di Pura Luhur Tanah Lot, Kediri, Tabanan, berlangsung mulai hari ini tepatnya Budha Wage Langkir, Rabu 7 Agustus 2019, dan akan nyejer sampai tanggal 10 Agustus 2019. Berdasarkan sejarah, Pura Tanah Lot termasuk dalam Dang Kahyangan dimana Dang Hyang Nirartha bermeditasi menyatukan energi gunung dan lautan (Lingga Yoni) sehingga terjadi kehidupan di muka bumi.

Ketika hendak meninggalkan tempat itu Dang Hyang Nirartha meminta masyarakat setempat untuk mendirikan bangunan suci untuk memuliakan Dewa Lautan dan Dewa Gunung (Nyegara Gunung). Dan dititahkan pujawalinya setiap 210 hari sekali yakni saat Budha Wage Langkir.

Saat pujawali, umat Hindu yang berasal dari berbagai daerah di Bali mulai berdatangan memadati pura di tengah laut ini. Antreannya biasanya saat pagi dan malam hari. Bahkan sehari sebelumnya yakni Selasa malam sudah mulai banyak pemedek yang bersembahyang. Piodalan di Tanah Lot ini juga bersamaan dengan Pura Batu Bolong dan Pura Penataran di kawasan DTW Tanah Lot.

Iring-iringan pemedek menambah keindahan DTW Tanah Lot. Tak jarang, wisatawan berburu mengabadikan momen langka tersebut. Menjelang sore, arus wisatawan semakin bertambah. Mereka ikut berbaur di bibir pantai bersama para pemedek. Menurut Manajer Operasional DTW Tanah Lot, Toya Adnyana, upacara piodalan ini menambah daya tarik wisatawan. Karena itu, banyak yang menunggu upacara ini untuk menikmati kawasan DTW Tanah Lot.

Bahkan, mereka rela menunggu seharian untuk bisa mengabadikan moment yang paling digemari wisatawan asing ini. “Wisatawan sangat antusias melihat langsung prosesi keagamaan di DTW Tanah Lot,”ujarnya.

“Untuk pemedek lokal biasanya kebanyakan berdatangan satu hari sebelumnya atau saat pujawali antara pukul 19.00-22.00 malam harinya, karena pas itu air laut sedang surut-surutnya”, tambahnya. Kegiatan biasanya mencapai puncak keramaian saat sore sampai malam hari.

“Disini kita juga dibantu oleh teruna teruni dari Desa Pekraman Beraban yang ngaturang ayah secara bergilir. Mereka sudah mulai ngayah dari sebelum Hari Raya Kuningan sampai nanti mesineb tanggal 10 Agustus 2019.  Jadi dari masing-masing banjar adat di Desa Pekraman Beraban, secara bergiliran sekaa teruna teruninya ngaturang ayah di Pura Luhur Tanah Lot. Biasanya mereka secara bergilir dari pagi sampai malam hari”, jelasnya.

“Selain itu jika air laut sedang pasang, pihak panitia akan memasang tali sepanjang area beji fungsinya untuk membantu pemedek yang akan bersembahyang ke luhur ataupun yang akan mepamit selesai bersembahyang. Dan juga kita menyiapkan rubber boat untuk antisipasi”, tambahnya.

Sementara satu hari sebelumnya, atau Selasa 6 Agustus 2019 dilaksanakan upacara “Ngebejian” di Beji Kaler Pura Luhur Tanah Lot. Upacara itu dilaksanakan pukul 17.00 wita, untuk menyucikan atau membersihkan semua “pratima” (benda sakral) yang akan dipakai dalam piodalan besoknya dengan air suci dari Beji (sumber air suci) di Pura Luhur Tanah Lot. [rls/r6]


INTERTAINMENT

SEPUTAR BALI

LIFE STYLE

SPORT

SEPUTAR BALI

© Copyright 2019 JBN.CO.ID - BALI | All Right Reserved